10 Langkah Nyata menyehatkan Bumi

Di saat para ilmuwan dan politikus memperdebatkan kesehatan bumi ini, sebagai orang awam, ada baiknya kita berbuat sesuatu secara individual untuk bumi ini. Sebab keberlangsungan bumi kita, juga sangat berhubungan dengan perilaku triliunan manusia yang menempatinya.

Dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh, Selasa (22/04) kemarin, ada 10 langkah kecil yang dapat Anda lakukan. Walau sepele, tapi bila setiap manusia yang hidup di bumi ini melakukannya, maka pengaruhnya akan sangat besar dalam memperlambat kerusakan yang terjadi di planet biru tercinta ini. Apa saja langkah-langkahnya?

1. Mengganti lampu pijar

Hal sederhana yang bisa Anda lakukan adalah dengan menghemat energi, misalnya dengan mematikan lampu atau barang eletronik lainnya yang sebetulnya tidak diperlukan. Biasakan lah untuk menggunakan cahaya matahari saat siang hari.

Gunakan lampu compact fluorescent light (CFLs) yang bekerja secara efisien dan tahan selama bertahun-tahun, lampu ini hanya menggunakan seperempat dari energi yang digunakan oleh lampu pijar biasa, tapi mampu memberikan cahaya yang lebih terang.

Atau gunakan merek lampu yang memiliki label ‘hemat energi’ resmi dari pemerintah, sebab kualitas dan efisien lampu tersebut telah diuji. Meski harganya lebih mahal dari lampu biasa, namun akan menjadi lebih irit karena lampu tersebut mampu bertahan bertahun-tahun.

Apa dampaknya?
Jika setiap rumah tangga mengganti lampu pijarnya dengan lampu hemat energi, maka energi bumi yang dapat disimpan akan sangat banyak. Ibaratnya, kita telah mencegah 13 miliar pon karbondioksida masuk ke atmosfer atau menghentikan satu juta kendaraan di jalanan selama setahun!

2. Mengemudi dengan baik atau ganti kendaraan

Setiap kendaraan mengeluarkan emisi karbondioksida yang cukup banyak, sehingga banyak perusahaan otomotif yang saat ini berusaha menciptakan kendaraan ramah lingkungan. Misalnya dengan bahan bakar yang lebih efisien, hingga yang berbahan bakar gas.

Beberapa ahli mengatakan, efisiensi bahan bakar kendaraan – terutama mobil – sebenarnya yang terpenting dalam mencegah terjadinya global warming. Jadi mulailah untuk menggunakan bahan bakar dengan lebih efisien, misalnya dengan:

– Mengurangi penggunaannya.
Setiap tahun, jumlah kendaraan bermotor di Indonesia semakin meningkat tajam sehingga menyebabkan macet. Ada baiknya fenomena ini diperlambat, misalnya dengan bekerja dari rumah atau menggunakan transportasi umum. Dua hal ini adalah pilihan bijak untuk mengurangi karbondioksida.

– Rajin men-tune up mobil.
Dengan rajin melakukan tune up, bahan bakar kendaraan Anda akan menjadi lebih efisien. Jika 100 ribu orang melakukannya, maka kita telah menghemat karbondioksida sebanyak 124 ribu ton!

– Jangan ngebut.
Jangan memaksa mesin kendaraan dengan memacunya terlalu kencang. Hindari pula memainkan gas kendaraan saat berhenti, sebab pembakaran gas-nya berpengaruh sangat besar.

– Hindari menggunakan kendaraan yang tidak efisien.
Salah satu kendaraan kurang efisien adalah yang berjenis SUV, minivan dan pickup. Kendaraan ini menghasilkan karbondioksida dua kali lebih besar dari kendaraan lain, yaitu sekitar 70 ton karbondioksida per mobil. Sayangnya, jenis mobil seperti inilah yang banyak disukai masyarakat.

3. Kontrol suhu ruangan

Pemanas maupun pendingin ruangan adalah salah satu faktor yang membuat dunia semakin memanas. Produk pemanas dan pendingin yang lama, biasanya kurang efisien dibanding produk baru. Jadi segeralah ganti pemanas atau pendingin ‘kuno’ Anda dengan yang baru, terutama dengan yang telah mendapatkan stiker ramah lingkungan.

Untuk mengatur temperatur yang tepat di dalam ruangan, bisa dengan melakukan hal-hal berikut:

Tune up sistem pemanas. Pemeliharaan ini penting dilakukan dalam beberapa tahun sekali, sebab akan menghemat sistem pemanas sebanyak 10 persen dalam setahun.

– Bersihkan ventilator, tutup ventilator yang tak perlu dan ganti filter ventilator. Hal sederhana ini pun dapat menyimpan energi sebanyak 10 persen.

– Tempatkan alat pengatur suhu ruangan yang mampu di set dengan suhu yang berbeda setiap waktu, dalam sehari. Sayangnya, meski banyak yang sudah memiliki alat ini, tiga perempatnya masih belum banyak yang memanfaatkannya.

– Pastikan saat menggunakan pemanas atau pendingin ruangan, jendela dan pintu rumah dalam keadaan tertutup. Sehingga efisiensi energi di rumah Anda jauh lebih meningkat.

– Bila tidak diperlukan, jangan gunakan pendingin ruangan sama sekali. Anda bisa menggunakan kipas angin sebagai gantinya, biayanya pun bisa dua kali lebih murah dibanding menggunakan air conditioner (AC).

4. Efisienkan lemari es

Tahukah Anda bahwa lemari es atau kulkas adalah alat elektronik yang paling boros energi? Sejauh ini, lemari es adalah barang elektronik yang menggunakan sekitar 10-15 persen dari pemakaian listrik Anda per bulannya.

Seperti halnya AC, lemari es produksi lama umumnya 50% kurang efisien dibanding lemari es yang telah mendapatkan setiker hemat energi. Hal-hal lainnya yang bisa dilakukan dengan lemari pendingin Anda adalah:

– Jangan menyetel thermostat lemari es Anda telah lalu dingin, satu derajat lebih tinggi saja sudah dapat membuat perbedaan yang cukup besar.

– Hindari menempatkan lemari es di dekat alat yang memancarkan panas atau terpapar matahari langsung.

– Bila ada fasilitas ‘penyimpanan energi’, letakkan di dekat thermostat lemari es Anda.

– Selalu bersihkan kumparan kondensornya. Meski sederhana, namun tindakan ini mampu mengefisienkan sepertiga energi yang digunakan lemari es Anda.

– Gunakan satu saja lemari pendingin di rumah Anda.

– Pastikan pintu lemari es Anda bisa menutup rapat, agar dapat menyimpan dingin lebih maksimal.

5. Meminimalisir penggunaan alat elektronik

Penggunaan energi yang cukup besar lainnya di rumah tangga, adalah mesin cuci, pemanas air dan pengering rambut. Pada beberapa penggunaan bisa menyebabkan ketidakefisienan. Berikut ini beberapa saran yang bisa dilakukan:

– Turunkan dua derajat suhu pemanas air (water heater) Anda atau gunakan fasilitas hemat energi, bila ada.

– Gunakan isolasi untuk melapisi pipa water heater.

– Gunakan timer pada water heater, misalnya dengan mematikan di saat malam dan mengaktifkan kembali menjelang pagi.

– Jangan terlalu banyak menggunakan detergen, karena detergen yang ada saat ini sudah cukup kuat kadarnya.

– Hindari mencuci pakaian dengan air panas, cukup yang hangat saja. Selain pakaian tetap bersih, Anda pun telah menghemat 50 persen energi.

– Bila Anda tidak menggunakan fasilitas pengering di mesin cuci, Anda telah menghemat energi sebanyak 15 persen.

6. Lakukan penghijauan

Menanam pohon di rumah akan membantu menyehatkan bumi, sebab pepohonan mampu meredam karbon, tapi bila tidak diurus dengan baik, pepohonan yang mati akan mengeluarkan karbondioksida.

Alasan lain mengapa menanam pohon mampu menghemat energi, adalah karena pepohonan akan memberikan kesejukan di saat terik matahari, sehingga Anda tidak lagi membutuhkan pendingin energi. Jadi kalau Anda punya cukup lahan segera tanami, apalagi tanaman membutuhkan sedikit air dan mampu menyimpannya dengan baik.

7. Investasikan energi ‘hijau’

Bayangkan saat dunia ini sudah tak mampu lagi memberikan minyak bumi bagi manusia, maka mau tak mau kita harus mampu mencari alternatif bahan bakar yang bisa digunakan. Nah, salah satunya adalah energi ‘hijau’.

Tenaga nuklir dan gas alam bukan lah jawaban untuk mengatasi krisis energi. Nuklir memiliki efek radioaktif yang dapat menimbulkan masalah, bagi masyarakat dan kerusakan alam selama ribuan tahun. Sedang gas alam menghasilkan karbondioksida, meski gas dapat menjadi alternatif pengganti tapi juga bukan solusi yang tepat.

Yang bisa kita lakukan adalah berinvestasi dengan melindungi hutan dan membantu memperbaharui energi alam melalui kegiatan-kegiatan peremajaan hutan dan pemanfaatannya secara bertanggung jawab.

8. Mengkonsumsi makanan organik

Sayuran dan buah-buahan memang baik buat tubuh, namun pestisida yang digunakan saat penanaman bisa memberi efek negatif bagi manusia yang mengkonsumsinya.

Disamping itu, bahan kimia yang digunakan sebagai pestisida dapat membunuh mikroorganisme yang berfungsi menjaga karbon yang ada di dalam tanah. Ketika mikroorganisme ini mati, maka karbon tersebut akan lepas ke atmosfer sebagai karbondioksida.

Ketika microorganisme tersebut mati, secara tak langsung tanah yang ditanami pun tidak lagi subur. Sehingga pestisida menjadi sebuah kebutuhan, bukan lagi sekedar membantu.

Selain menjadi ‘manusia organik’, Anda juga bisa melakukan hal-hal sederhana sebagai berikut:

– Konsumsi makanan yang ditanam secara lokal. Buah yang segar – karena pendistribusiannya tidak terlalu jauh – memiliki kadar karbondioksida yang lebih sedikit dibanding makanan impor.

– Konsumsi buah dan sayuran sesuai dengan musimnya. Buah dan sayuran yang sudah tersimpan lama dan didinginkan umumnya membutuhkan energi serta biaya lebih besar.

– Manfaatkan lahan Anda. Tak perlu menanam pohon yang membutuhkan lahan besar, bila memang tak ada tempatnya. Anda pun bisa menanam tanaman dengan menggunakan pot.

9. Gunakan bahan yang bisa di daur ulang

Kedengarannya mudah, namun bahan-bahan daur ulang juga membutuhkan ketrampilan untuk mengubahnya menjadi sebuah benda baru. Jadi bila Anda membeli atau menggunakan bahan daur ulang, maka Anda telah menciptakan pasar dan menghemat energi orang yang menciptakannya.

Salah satu bahan yang sulit didaur ulang adalah plastik, jadi belilah barang-barang yang dibungkus dengan alumunium, kaleng, barang pecah belah dan kertas. Saat ini pun, beberapa produk yang peduli lingkungan sudah mulai menggunakan bahan-bahan yang bisa di daur ulang.

10. Bersikap minimalis

Seiring dengan semakin mahalnya harga-harga, ada baiknya pula untuk mulai menghemat energi dengan menggunakan dan membeli sedikit barang. Setiap Anda membeli sesuatu, produk yang sebetulnya tidak terlalu Anda butuhkan tersebut, mungkin akan mengeluarkan energi. Jadi, ‘semakin sedikit yang Anda beli, semakin banyak energi yang Anda simpan’.

Berikut beberapa petunjuk sederhana dalam menjalankan saran di atas:

– Beri barang yang besar. Barang yang besar umumnya membutuhkan kemasan yang lebih sedikit, sehingga energi yang terbuang pun lebih sedikit.

– Beli satu yang benar-benar Anda butuhkan, misalnya Anda hanya butuh satu pasang sepatu untuk bekerja, sehingga tak perlu lagi membeli hingga berpasang-pasang.

– Lihatlah lemari Anda, sumbangkan atau daur ulang pakaian atau barang yang tak lagi Anda butuhkan. Atur semua barang Anda pada tempatnya, sehingga mudah ditemukan saat di cari.

– Belilah produk-produk yang berkualitas karena biasanya tahan lama, sehingga Anda pun dapat menghemat uang dan energi.

– Kreatiflah dengan apa yang Anda gunakan saat bekerja, main atau bersenang-senang. Anda tak perlu membeli barang-barang baru untuk setiap aktivitas Anda. Gunakan saja yang ada dengan cara yang lebih kreatif. Setuju?

(mi/y!)

http://rahmihastari.multiply.com/journal/item/95

~ by topanix on May 16, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: